Zaman biyen (dulu) menjadi seorang homebrewer bukan sebuah pilihan tetapi menjadi keharusan. Kenapa saya katakana seperti itu ? ya memamng seperti itulah adanya.. Contohnya tahun 80-an sedang booming brik-brikan di 80 meteran. Kalangan hobbis elektronika saat itu didominasi oleh pelajar dan mahasiswa yang pasti sebagian besar berkantong cekak. Lha kalo pengen punya pemancar tapi ndak punya duit alias kere ya harus bisa bikin sendiri. Alhasil perburuan komponen di pasar loak tiap pulang sekolah adalah hal yang rutin dilakukan. Setelah semua komponen terkumpul maka dengan sedikit bondho nekat (soalnya minim pengetahuan dan AVO meter aja minjem) dirakitlah Pemancar AM 80 Meter. Dipilih pemancar mode AM karena selain tingkat kesulitan terbilang rendah (daripada SSB chuy) juga mode itu yang umum dipake oleh callsigner maupun “orong-orong”.

Hampir sama yang terjadi pada tahun-tahun awal 90-an. Pada tahun ini mode FM mulai subur. Radio kempitan pun sudah dilengkapi mode FM ini. Dari yang awalnya membuat pemancar untuk Broadcasting radio gelap hingga diplesetkan menjadi radio komunikasi dua arah aliah brik-brikan di frekuensi 88-92 Mhz yang kala itu masih kosong melompong. Berbekal skema final TR C1971 yang saat itu harganya Rp. 4.500 doang (padahal harga sekarang Rp. 90.000 lho) sudah bisa ngebrik radius 50 km. Padahal oscillator hanya memakai VCO biasa dan kebayang ga sih betapa “ganasnya” pemancar FM ini sama siaran Televisi. Setiap geser frekuensi harus sambil lihat televisi biar tangga teparo ga marah-marah he..he…

Beda dengan sekarang, menjadi seorang homebrewer adalah pilihan. Karena rata-rata homebrewer yang ada sekarang adalah orang-orang yang sebenarnya mampu secara finansial untuk membeli produk YAECOMWOOD tetapi mereka lebih mencari kepuasan hati dengan membuat sendiri perangkat transceiver. Kalangan ini kebanyakan sudah memiliki perangkat produk YAECOMWOOD bahkan ada yang memilikinya lebih dari 1 perangkat. Selain itu perangkat pendukung kalangan ini biasanya lengkap terutama alat ukurnya missal frekuensi meter, LC meter, osiloskop dll

Dari dua jenis homebrewer diatas yang lebih banyak bertahan sampai saat ini adalah jenis kedua. Itupun didominasi “muka lama” alias umurnya 40 tahun keatas. Soalnya dengan dilarangnya mode AM digunakan untuk komunikasi secara tidak langsung akan mengurangi atau menghilangkan populasi homebrewer jenis pertama. Karena tingkat kesulitan yang tinggi untuk membuat perangkat SSB.

Sampai saat ini kalo sampeyan monitor di 3.6 sd 3.7 MHZ atau 4.1 MHZ masih bisa didengarkan beberapa homebrewer yang menggunakan mode AM. Nah terserah sampeyan.. mo pilih yang mana….