Setelah beberapa saat lalu membaca artikel yang ditulis OM Cholis – YD1CHS tentang antenna 80 meter band membuat saya berpikir untuk membuat antenna yang sama. Sebenarnya antenna ini muncul dari salah satu permasalahn yang mendasar bagi sebagian AR (terutama yang tinggal di perkotaan) adalah lahan yang terbatas.
Seperti yang juga saya alami, lahan hanya cukup untuk foot print antenna maksimal 15 meter. Selain itu saya hanya memiliki sebatang bambu kira-kira 7 meteran dan beberapa utas tambang plastic (rope) buat ”ngerek” antena … Bener-bener gak bondho blas.
Antenna ini bersumber dari rancangan Nadisha 4S7NR HAM asal Bangladesh dan saya suka mottonya “Lebih baik memakai antenna bagaimanapun bentuknya daripada gak punya sama sekali”. Dari artikel aslinya saya coba untuk melakukan sedikit perubahan untuk menyesuaikan dengan sikon yang saya miliki. Urutan kerja yang saya lakukan adalah :

1. Siapkan dua utas kawat 1.5 mm sepanjang 3.66 meter sebagai elemen bagian dalam (elemen yang dekat dengan feed point)
2. Siapkan dua utas kawat 1 mm sepanjang 3.5 meter sebagai elemen bagian luar. Kenapa kawat 1 mm ? karena saya hanya punya ini.. he..he…
3. Buat lilitan pada paralon diameter 1 inch dengan kawat 0.8 mm dengan panjang lilitan 8 cm. Untuk jumlah lilitan saya gak hitung.

L1

4. Kemudian antena ini saya rangkai dan saya feed dengan kabel RG-8 50 ohm tanpa balun (karena gak punya balun). Antenna ini saya pasang dengan konfigurasi Inverted V.
5. Setelah proses matching antenna akhirnya didapat dengan konfigurasi ini SWR 1:1.4 pada 3.805 Mhz.

Antenna ini sudah saya gunakan QSO di lokal Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan hasil lumayan (menurut ukuran saya lho..). Perangkat yang saya pakai sekarang ini adalah
1. Rig Homebrew 80 m dengan power output maksimal 50 watt (final 2xIRFP250)
2. Power Supply Homebrew 20 Amp
3. SWR meter merk Ma**ol (150 rb-an)
4. Z-Match Homebrew juga…

Ada beberapa kesulitan yang saya alami pada saat construct antena yaitu
1. Ketiadaan alat ukut LC meter sehingga pembuatan loading antenna dengan trial dan error. Sebaiknya sebelum digunakan ukur dulu loading ini apakah nilainya bener-bener 67.5uH. Atau paling aman ya buat aja sama persis dengan hasil eksperimen temen..
2. Rig Homebrew yang saya punya hanya punya range frekuensi 3.680 mhz sd 3.900 Mhz sehingga pada saat eksperimen antenna ternyata tidak matching sama sekali di range tersebut maka saatnya ”feeling” gunakan. He..he…
3. Bila ingin lebih jauh jarak jangkauan QSO kita maka setidaknya pakailah power min 200 watt (Pakai aja FT-180A).. karena kompensasi dari pemendekan antenna adalah banyak daya juga yang hilang.. CMIIW
4. Sudut yang ideal untuk konfigurasi adalah 120 derajat. Sedangkan antenna saya hanya memiliki sudut kira-kira 80 derajat jadi ya wajar kalo bandwidth-nya hanya 20 khz untuk SWR 1:2
5. Sudah itu aja…

Akhirul kata semoga ini bermanfaat untuk temen-temen semua. Kalo ada saran-saran silakan tinggalin kata-kata. Kalo ada yang mo sumbang rig silahkan kirim aja … gak usah sungkan-sungkan.. he..he…