Mahasiswa tawuran ? biasa ? aneh ? nggilani? Banyak deh komentar miring yang muncul. Seperti yang sudah sering terpampang di layar kaca kita, banyak kejadian tawuran antara mahasiswa vs mahasiswa, mahasiswa vs masyarakat, mahasiswa vs aparat (satpol pp ataw polisi). Dan kejadian itu terjadi di mana-mana : Jakarta, Makassar dll.. Penyebab tawuran itu biasanya hanya persoalan sepele saja misalnya saling ejek atau bahkan cuma plilik-plilikan (b.indonesia : beradu pandangan mata).

Seperti kejadian di salah satu universitas di Makassar. tawuran terjadi antara mahasiswa ekonomi dengan mahasiswa teknik. Alasan terjadinya tawuran adalah dendam lama. Atau di Jakarta terjadi tawuran antara dua Universitas yang bersebelahan. Kenapa ya hal ini bisa terjadi ? Kira-kira ada beberapa hal yang menurut saya menjadi penyebab :

  1. Cara berpikir dan nasionalisme sempit. Karena sebenarnya kalau dipikir musuh tawuran mereka adalah mahasiswa juga yang notabene bangsa indonesia alias masih sodara sendiri. Kalau dulu pejuang kemerdekaan membela Negara Indonesia tapi sekarang mahasiswa tawuran untuk membela sesuatu yang tidak jelas.
  2. Budaya main hakim sendiri. Semua permasalahan bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat. Betul kagak ? Kalau ada yang bertindak melanggar hukum ya harus dilaporkan ke penegak hukum.
  3. Mulai lunturnya budaya tepa selira dan saling mengasihi. Kata mbah saya “Ojo njiwit liyan nek kowe ga gelem dijiwit” artinya jangan mencubit orang lain kalu kamu sendiri ga mau dicubit.
  4. Budaya tawuran yang sudah diikuti sejak masih SMP/SMA.

Terus terang saya pribadi sangat sangat sangat tidak setuju dengan tawuran itu. Karena hal ini merendahkan martabat mahasiswa itu sendiri yang katanya adalah kaum terdidik dan terpelajar. Dari generasi ke generasi mahasiswa selalu menjadi ujung tombak dan motor penggerak terhadap semua perubahan. Penggulingan pemerintah Orde Lama , Peristiwa Malari sampai penggulingan Soeharto tahun 98 adalah dimotori oleh mahasiswa.

Dari pada tawuran, mending kita ngeblog aja atau pergi aja mendaki gunung lawu atau menguras air Telaga Sarangan he..he.. Masih banyak hal-hal lain yang bisa dilakukan selain Tawuran.